Cerita Sex Perawan Kang Ji Hyun Gadis Koreaku

Diposting pada

Cerita Seks

Cerita Sex Perawan Kang Ji Hyun Gadis Koreaku

Cerita Sex Ini Berjudul “ Ceita sex perawan kang ji Hyun Gadis Koreaku,Cerita sex Dewasa,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Abg,Cerita Sex Sekandal,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Remaja 2018.

Cerita Sex Perawan Kang Ji Hyun Gadis Koreaku

Cerita Seks
Cerita Dewasa – Perkenalkan namaku James, sekarang aku lagi kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Malaysia. Aku akan menceritakan pengalaman tak terlupakanku waktu SMU dulu.
Kejadiannya sekitar 2 tahun lalu, ketika aku masih bersekolah di sebuah sekolah internasional di kuala lumpur, Malaysia. Seperti layaknya sebuah sekolah internasional, banyak sekali murid-muridnya yang berasal dari luar negeri. Akan tetapi, mayoritas berasal dari Korea.
Kisahku bermula ketika ada seorang gadis Korea yang baru saja masuk ke sekolahku. Namanya Kang Ji Hyun, biasa di panggil “Hyun”. Dia baru duduk di bangku kelas 1 SMA. Tapi biarpun masih kelas 1 SMA, dia sudah memiliki tubuh seperti seorang gadis berusia 20 tahun lebih. Dengan sepasang buah dada yang condong ke depan dan bokong yang begitu montok. Saat itu juga timbullah niat busukku untuk mencumbui tubuhnya yang padat dan berisi itu.
Tapi untuk dapat menikmati tubuhnya itu, aku harus dekat dengan dia. Maka saat itu juga, kuputuskan untuk berkenalan.
“Halo, namaku James…”, ucapku sembari menawarkan tanganku.

Dia pun menjabat tanganku dan memperkenalkan dirinya. Setelah cukup lama berbincang, akhirnya kita saling menukar nomor handphone. Dan sejak saat itu, aku pun sering SMS-an dan juga teleponan dengannya. Kita pun jadi dekat dan mulai berpacaran.

Minggu-minggu pertama pacaran merupakan minggu-minggu yang membosankan. Ini disebabkan si Ji Hyun masih malu-malu kucing. Tiap kali aku ingin menciumnya, dia selalu menghindar. Dikala tanganku ingin meraba paha ataupun buah dadanya, dia selalu menarik tanganku. Setelah kuselidiki, ternyata Ji Hyun berasal dari sebuah sekolah khusus perempuan. Di mana tidak ada yang namanya pria atau lelaki sama sekali. Aku pun heran dan bertanya-tanya pada diriku sendiri, orangtua macam apa yang mau menyekolahkan anak perempuannya ke sekolah yang hanya berisikan perempuan saja.
Menurut teman-temannya, selama 6 tahun dia tidak pernah mengenal yang namanya laki-laki. Ya ampun, pasti dia belum pernah merasakan yang namanya dicium ataupun dipegang-pegang. Sejak mendengar cerita tersebut, aku pun memberanikan diri. Aku berkata padanya. Cerita Sex Dewasa
“Kalau dicium itu rasanya enak, apalagi kalau buah dada dan paha kamu diraba-raba”
Pada mulanya ia menolak dan enggan bibirnya kucumbui dan tubuhnya kupegang-pegang. Tetapi akhirnya, setelah kubujuk beberapa kali, Ji Hyun pun mau dan ingin mencoba nikmatnya dicumbu dan diraba-raba. Maka mulai saat itu juga, setiap kali aku dan dia jalan, pasti ada adegan cium-ciuman dan pegang-pegangan. Aku dan Ji Hyun sangat sering jalan berduaan di KLCC, sebuah shopping mall di Kuala Lumpur. Dan tempat yang paling aku gemari dari situ adalah di bioskopnya dan juga di tamannya. KLCC memiliki sebuah taman yang cukup besar, jadi seandainya tidak bisa melakukan hal-hal tersebut di bioskop, maka taman merupakan tempat kedua paling cocok buat berduaan.
Pertama kalinya aku mendengar Ji Hyun mendesah karena nikmat adalah ketika kami di taman KLCC. Saat itu kebetulan lagi sepi dan tidak banyak orang yang datang untuk belanja. Jadi kuputuskan untuk mengajak Ji Hyun ke taman dan duduk berduaan di bawah pohon, tujuannya supaya tidak kelihatan orang lain. Setelah cukup lama berbincang, aku pun sudah tidak sabar lagi, maka langsung saja kuciumi lehernya dan menjilati telinganya. Kedua tanganku juga tidak tinggal diam, tangan kiriku meremas buah dadanya dan tangan kananku menelusuri roknya sambil mengelus-elus vaginanya. Ia pun mendesah dengan hebatnya.
“Aaah… Aaah…”, desah Ji Hyun diambang rasa kenikmatan.
Mendengar desahannya itu, aku jadi tambah bernafsu dan langsung saja kuselipkan jari-jariku ke dalam BH-nya dan bermain dengan putingnya.
“Ya ampun… Lembut sekali putingnya, begitu menggemaskan”, ucapku dalam hati.
Jari-jariku pun kuselipkan ke dalam CD-nya, dan kurasakan betapa halusnya vagina si Ji Hyun. Aku merasakan bulu-bulu halus yang baru tumbuh, tidak hanya itu, kurasakan pula cairan yang keluar membasahi vaginanya.
“Aaah… Aaah… James…”, desahannya semakin menjadi-jadi sembari memelukku dengan erat.

Ia begitu lemas dan tidak berdaya, memeluk dan mencium-cium kecil saja yang dapat ia lakukan pada saat itu.

“Gimana rasanya Hyun ? Enak kan ?”, tanyaku padanya.

Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum malu. Ji Hyun kelihatan begitu lelah sekali, wajar saja, ini merupakan pengalaman pertamanya. Pertama kalinya vagina dan buah dadanya dimainkan seorang laki-laki. Maka kuputuskan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya saja.

“Hyun, kamu aku antar pulang ya, kamu kelihatan capek sekali…”
Kembali ia diam saja tak mengatakan sepatah kata pun, hanya menganggukkan kepalanya saja. Aku jadi merasa bersalah karena telah berbuat demikian pada dirinya, apalagi kita ini baru saja saling mengenal. Tetapi pemikiranku salah, aku salah besar. Ternyata setelah kejadian itu, si Ji Hyun jadi lebih bernafsu. Dia berubah menjadi seorang cewek yang nafsuan, yang sangat liar. Setiap kali ada waktu kosong di sekolah, ketika semua murid lagi pada di dalam kelas, atau di kala semua orang lagi makan siang di kantin, pastinya si Ji Hyun selalu mengajakku melakukan hal-hal tersebut secara diam-diam.
Kamar mandi guru, kelas kosong, ataupun di kamar mandi cewek. Tempat-tempat ini merupakan tempat-tempat yang paling digemari Ji Hyun buat melakukan hal-hal tersebut denganku. Pokoknya setelah kejadian di taman KLCC waktu itu, Ji Hyun jadi lebih liar dan ganas. Malah ia jadi begitu aktif memainkan penisku. Yang tadinya tidak tahu sama sekali cara memainkan penisku, jadi sangat aggresif memainkannya. Ia sangat menggemari kegiatan meremas-remas penisku. Ji Hyun menjadi seorang cewek yang sangat nakal.
Aku pun mulai mengajari dia cara memainkan vaginanya sendiri ataupun bermain dengan putingnya alias masturbasi. Bukan hanya itu, aku juga mengajarinya cara berphone sex. Sepertinya Ji Hyun begitu menikmati phone sex soalnya setiap kalinya aku telpon, dia pasti selalu menanyakanku untuk melakukan phone sex. Karena keseringan melakukan phone sex dan juga hal-hal tersebut, maka aku beranggapan kalau sudah waktunya gadis Korea ini merasakan sex yang sesungguhnya. Apalagi sekarang ini, dia sudah menjadi sangat liar dan aggresif, pasti berhubungan sex dengan dia merupakan hal yang tidak cukup sulit.
Aku pun terus berpikir, kapan waktu yang paling bagus buat menghilangkan keperawanan si Ji Hyun, dan di mana tempat yang paling sesuai buat melakukan itu semua. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya aku menemukan jawabannya. Aku baru ingat kalau aku pernah tanya sama si Ji Hyun, kalau dia sudah pernah atau belum dikasih hadiah ulang tahun sama cowok. Ji Hyun pun berkata kalau ia belum pernah dikasih hadiah ulang tahun sama cowok, dan ia ingin sekali mendapatkan hadiah ulang tahun dari cowok. Maka kuputuskan untuk melakukannya pada hari ulang tahunnya, di aparteman temanku yang kebetulan lagi kosong dan kuncinya dititipkan padaku.

Jangan Lupa Baca Juga : Cerita Sex Service Memuaskan Dari PSK Langganan.

Tibalah hari ulang tahun Ji Hyun yang ke 16, aku pun mengajaknya makan dan jalan-jalan, seperti biasa di KLCC. Setelah cukup lama keliling KLCC, aku pun bertanya kepada Ji Hyun.
“Hyun… Kamu mau nggak ikut aku ke suatu tempat spesial ? Di sana aku sudah nyiapin sebuah hadiah yang sangat bagus buat kamu. Kamu bilang kamu ingin banget dapet hadiah ulang tahun dari cowok. Biarin aku jadi cowok pertama yang kasih kamu hadiah ulang tahun”
Ji Hyun kelihatan sangat gembira dan setuju dengan tawaranku. Maka pergilah kami ke aparteman temanku itu. Sesampainya di sana, aku langsung saja membawa Ji Hyun ke kamar yang sudah kusiapkan. Setelah masuk ke kamar, aku pun mengunci pintu dan langsung saja menanggalkan semua pakaianku. Aku hanya memakai CD-ku saja.
“Eh James… Kamu ngapain buka-buka pakaian kamu ? Memangnya kamu mau ngapain ? Terus, hadiah yang kamu janjikan ke aku mana ?”
“Hadiahnya ya ini Hyun… Kita bisa buat yang gitu-gitu sampai puas… Plus, biasanya kan kita cuma pegang-pegangan tapi nggak sampai lihat dalamnya kan ? Kamu masa nggak mau liat penisku bentuknya gimana ? Masa nggak mau liat apa yang ada di balik CD putih ini…”
Dan seperti biasa, ia hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya. Tapi yang membuatku sangat bernafsu ialah ketika ia menjulurkan lidahnya sambil menggigit-gigit bibirnya. Aku langsung menerkamnya dan menariknya ke tempat tidur. Kubuka kancing bajunya satu demi satu dan juga roknya sehingga ia hanya memakai BH dan CD saja. Betapa indahnya pemandangan pada saat itu, apalagi BH dan CD yang dipakai Ji Hyun jenis BH dan CD yang transparan atau tembus pandang. Aku bisa melihat puting dan juga vaginanya secara samar-samar. Aku langsung menuju ke buah dadanya yang sangat menggiurkan dan menanggalkan BH yang dipakainya.
“Wah… Indah sekali buah dadanya. Begitu putih dan mulus. Padat berisi sekitar 34-B”

Dengan puting yang sangat imut dan masih berwarna merah jambu. Langsung saja kuciumi dan kujilati buah dadanya yang sangat lezat itu. Aku juga menyempatkan untuk menggigit putingnya yang ternyata begitu kenyal dan nikmat. Ia mendesah dengan hebatnya.

“Aaah… Ooohh…”, desahnya sambil menarik-narik rambutku.
Setelah puas mengulum buah dadanya, aku pun turun ke perutnya. Kembali kuciumi dan kujilati perutnya itu. Ia menggelinjang karena kegelian dan semakin menarik rambutku. Aku turun dan turun hingga ke vaginanya. Kuarahkan lidahku ke clitorisnya dan memainkannya seenakku. Ji Hyun pun kembali mendesah sembari menarik rambutku, namun kali ini desahannya begitu keras.
“Ooohhh… Aaahhh… James… Oh yeahhh… Aaahhh… Jangan berhenti…”
Desahannya tersebut membuatku semakin bernafsu, membuatku mempercepat permainan lidahku pada clitorisnya. Ia pun mendesah lagi dan nampaknya akan segera menyemprot. Dan betul dugaanku, cairan asin menyemprot ke mukaku yang sedang menjilati vaginanya. Ji Hyun pun kelihatan lemas sekali setelah kulakukan foreplay pada dirinya.
Namun demikian, aku tidak ingin sampai di situ saja. Aku menyuruhnya untuk mengulum penisku. Ia pun menurut dan langsung menggenggam penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
“Oh yeah… Oohhh… Hyun… Oooh… Nikmat sekalii…”
Ia begitu pintar memainkan penisku. Diputar-putar, dijilat-jilat, terus dicelupin ke mulutnya. Bukan hanya itu, ia juga bermain dengan kedua biji pelerku.
“Pintar sekali ini cewek…”, ujarku dalam hati.

Ia menyedot dan juga menjilati kedua biji pelerku dengan variasi yang berbeda.

“Oooh… Oooh… Oh yeah…”
Aku pun akhirnya keluar dan menyemprotkan semua spermaku ke dalam mulutnya. Karena baru pertama kali melakukan ini, Ji Hyun menelan habis semua spermaku. Ia merasa jijik dan ingin muntah setelah menelan semuanya. Aku hanya bisa tertawa melihat ekspresi wajahnya yang begitu polos dan lugu.
Setelah cukup lama berbaring di atas ranjang, Ji Hyun pun menyuruhku mengantarnya pulang, apalagi hari sudah hampir malam dan orangtua Ji Hyun pasti mencarinya. Akan tetapi, aku belum mengijinkannya untuk pulang.
“Hyun, kamu mau ke mana ? Jangan buru-buru… Aku masih ada satu lagi hadiah ulang tahun buat kamu”
Ia pun heran dan bertanya-tanya. Aku hanya menyuruhnya menutup matanya saja.
“Inilah kesempatanku untuk merasakan vaginanya dan menghilangkan keperawanannya”, bisikku dalam hati.
Dan tanpa basa-basi, aku dengan perlahan memasukkan batang penisku ke dalam liang vaginanya. Ji Hyun pun kaget dan membuka matanya, ia mau melepaskan diri dan menghindar. Tapi aku menahannya dan membisikkan arah telinganya.
“Hyun… Kamu jangan takut. Apa pun yang akan terjadi, aku tetap sayang sama kamu dan akan bertanggung jawab”
Ji Hyun pun hanya dapat menangis kesakitan ketika kumasukkan seluruh batang penisku ke dalam vaginanya. Dan di situ juga, kusaksikan darah mengalir dari liang vaginanya. Aku telah menghilangkan keperawanannya.
Kurasakan dinding-dinding vaginanya yang begitu hangat dan menjepit penisku dengan erat.

“Oooh… Aaahh…”, nikmat sekali rasanya.

Ji Hyun hanya dapat menangis dan menangis, karena keperawanannya telah hilang. Aku pun kembali mengecup keningnya dan berkata.

“Hyun… Aku nggak akan meninggalkan kamu. Aku akan bertanggung jawab, kamu jangan nangis ya…”, ia mengangguk dan menurut saja.

Aku terus memasukkan dan mengeluarkan penisku pada vaginanya yang sempit itu.

“James… Sakitt… Egghh…”, dia menangis.

Ketika melihatnya begitu aku bermaksud menenangkan dirinya.

“Tahan ya sayangg…”, lama-lama kamu akan merasakan kenikmatan yang tidak pernah kamu rasakan”, ucapku sambil mencium kening dan pipinya kembali.

Dia hanya membalas dengan angukkan. Kurang lebih 10 menit aku mendengarkan isak tangisnya menjadi sebuah desahan orang yang sedang menahan kenikmatan.

“Aahhh… Ogghh… Engghh… Arrghhh… Teruss… Jamess…”

Mendengarkan permintaan yang seperti itu, aku langsung mempercepat genjotan penisku didalam vaginanya yang sempit.

“Oggghhh… Arghhh… Yeahhh… Vagina kamu enak Hyun…”

Tidak lama kemudian Hyun ingin merasakan sesuatu yang ingin muncrat keluar dari dalam vaginanya.

“Arrgghhh… Jamess… Cepetinnn Jamess… Ouughhh…”, desahnya makin menjadi.

“Aku pengen pipis Jamess… Ayoo Jamess… Ohh yeahhh… Teruss Jamess… Ougghhh…”

Beberapa menit kemudian, aku merasakan sesuatu yang hangat menyemprot kepala penisku. Kemudian anda berhenti sejenak memberi waktu padanya untuk mengatur nafasnya yang memburu, sekalian aku juga mengatur nafas karena ngos-ngosan meregut kenikmatan dari vagina Hyun yang perawan.

Setelah ku lihat nafas Hyun sudah normal, aku melanjutkan kembali genjotan penisku di vaginanya Hyun dengan kecepatan pelan makin lama makin cepat.

“Ssshh… Aahhh… Ouugghhh…”, desah Hyun kembali.

15 menit aku mengenjot vagina Hyun dengan kecepatan maksimal, akhirnya aku merasakan mayonaise ku akan menyembur dari dalam penisku.

“Hyunn… Aku sayang banget padamu Hyunn… Ouuggghhh… Hyunnn… Aku sudah tidak tahan Hyunn… Aku ingin keluarrrrr…”

Setelah kalimat itu ku ucapkan, langsung saja ku tekan dalam-dalam penisku didalam vagina Hyun.

“Oouughhhh…”, lenguhku panjang sembari ikutnya cairan spermaku keluar.

“Crottt… Crott… Crottt…”, air maniku menyemprot kedalam vagina Hyun banyak sekali.

Ternyata secara diam-diam kuperhatikan Hyun mengejang-ejang seperti orang kerasukan. Ternyata Hyun juga mengalami orgasmenya yang kesekian kalinya.

“Ouughhhhh… Argghhhhh… Enakkk Jamess…”, lenguhnya setelah Big O nya tersalurkan semua.

Akhirnya kami terlelap berbarengan sambil berpelukkan tanpa menggunakan sehelai benangpun. Kami hanya berpelukkan sambil tertidur dibalutin selimut tebal.

Keesokan harinya aku mengantar Ji Hyun ke rumahnya. Setelah itu aku berkata padanya kalau aku enggak akan ninggalin dia. Tapi aku berbohong, aku belum siap untuk semua ini. Aku belum siap menjalin hubungan seperti ini.
Aku pun berbohong kepada Ji Hyun dan mengatakan kalau aku akan balik ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi. Ia mencoba menelponku dan juga SMS-ku. Tapi aku sudah terlanjur membuang kartu telponku dan menukarnya dengan yang baru. Aku pun pindah ke kota lain, kota yang jauh dari Kuala Lumpur, kota yang jauh dari Ji Hyun.
Aku begitu menyesal dengan apa yang telah terjadi. Tidak kusangka nafsu seorang pelajar kelas 3 SMU yang berlebihan, bisa menghancurkan masa depan seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA. 2 tahun telah berlalu, dan aku pun tidak mengetahui kabar terbaru dari Ji Hyun. Aku harap dia baik-baik saja. Cerita Sex

Dari pengalamanku yang ini, aku baru sadar kalau nafsu yang terlalu berlebihan tidaklah baik. Bercinta dengan gadis korea memang menjadi cita-citaku sejak dulu. Akibat dari nafsu ku yang terlalu berlebihan menyebabkan Ji Hyun kehilangan perawannya. Prinsipku saat ini, aku tidak ingin lagi menghancurkan perawan seseorang, mangsa ku saat ini adalah gadis-gadis yang sudah tidak perawan, melainkan permainannya timbal-balik.

Jangan Lupa Baca Juga : Cerita Seks Perkosa Siswi Perawan Kelas 1.

Nahh guys itu lah Cerita Sex Perawan Kang Ji Hyun Gadis Koreaku. Ikuti terus postingan cerita dewasa kami yang selanjutnya ya guys.. Salam Crott Crott..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *